GOTV.Network.BonneBol – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bone Bolango 2024 Paket IRIS.. Ismet Mile dan Risman Tolingguhu kembali menjadi sorotan masyarakat dalam perjalanan kembali setelah kampanye diwilayah Bone Pesisir. Mereka dicegat warga yang tampak penuh antusias dan haru, mengungkapkan rasa rindu serta cinta terhadap kepemimpinan yang sudah terbukti selama periode sebelumnya. “Kami rindu si gembala sapi, ti opa yang tegas namun penuh kasih”. Ti opa Ismet sudah buktikan itu dulu,” ungkap salah satu warga dengan penuh semangat.

Ternyata Keberhasilan kepemimpinan Ismet Mile dalam memajukan Bonebolango menjadi fondasi kuat bagi harapan masyarakat yang ingin terus merasakan perubahan positif di daerah ini. Ismet Mile tidak hanya mendapat julukan si gembala sapi karena keberhasilan Program Sapinya dulu yang banyak mengubah kehidupan ekonomi rakyat Bone Bolango, tapi juga beliau diberi julukan panglima Pemekaran.
Dengan tekad dan dedikasinya Ismet Mile yang kini di dampingi Risman Tolingguhu sebagai Wakil Bupati dari kalangan Rakyat Kecil yang berprofesi sebagai penambang siap membawa dan meneruskan cita-citanya dulu untuk Bone Bolango menuju masa depan yang lebih cemerlang dengan 7 Program unggulan, diantaranya Program Sapi yang sudah dirasakan oleh rakyat Bone Bolango yang kini lebih brilian dengan memberikan 2 Ekor Sapi untuk setiap Keluarga tanpa bergulir.
Tim Pemenangan Paket IRIS Fadly Katili yang bersama-sama dengan rombongan menyatakan, bahwa hal yang tidak terduga terjadi di perjalanan sepulang dari kegiatan kampanye, tiba-tiba rombongan Paket IRIS dicegat ditengah jalan oleh ratusan orang yang hanya ingin menyapa secara langsung Calon Bapati & Wakil Bupati dambaannya, saking semangatnya warga langsung berkerumun bersalaman dan meminta foto selfie bersama Ismet Mile & Risman Tolingguhu.
“Kejadian ini diluar dari dugaan kami, karena dalam perjalanan pulang sekembalinya dari kampanye, warga tiba-tiba berkerumun bahkan ada yang sampai berdiri ditengah jalan mencegat rombongan Paket IRIS. Sehingga terpaksa kami berhenti dan turun hanya sekedar menenangkan luapan emosi warga. Sekedar salaman dan kemudian melanjutkan perjalanan pulang,”ungkap Fadly kepada awak media.(Hikmah.R)

















