GOTV.Network.Deprov – Thomas Mopili yang ditetapkan menjadi Pimpinan DPRD Provinsi Gorontalo lewat Rapat Paripurna ke-3 berkomitmen untuk melanjutkan mekanisme yang telah dibangun oleh Paris Jusuf sebagai Ketua DPRD Provinsi Gorontalo selama dua periode.
Hal ini diungkapkan Thomas Mopili usai dirinya bersama Riddwan Monoarfa dan Laode Haimudin ditetapkan menjadi Pimpinan DPRD lewat Rapat Paripurna DPRD Provinsi Gorontalo ke-3 dalam rangka penetapan usul calon Pimpinan DPRD Provinsi Gorontalo masa Jabatan Tahun 2024-2029, yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna Kantor DPRD Provinsi Gorontalo.Senin (07/10/2024)
“Saya sudah berkomitmen untuk melanjutkan mekanisme yang dibangun, atau yang terbangun selama ini oleh Pak Paris Jusuf, yang coba kita afdate, kita afgrade ke arah yang lebih bagus. Jadi tidak ada perlu dirubah,”tegas Thomas kepada sejumlah awak media.
Setelah dirinya ditetapkan menjadi Pimpinan DPRD dan menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Gorontalo periode 2024-2029, ia turut bersyukur atas amanah yang telah diberikan oleh Partai Golkar, tetapi menurutnya selain bersyukur ia juga menatap bahwa tidak ada sebuah beban tugas yang tidak mudah yang diletakkan di pundaknya.
Baik itu dari konstituen pemilih, maupun oleh para Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, yang selama ini telah menjalankan tugas dengan perubahan-perubahan dari sebelumnya bagus menjadi kearah yang lebih baik.
“Nah ekspetasi seperti ini saya harus penuhi dan saya sering berdoa dan bermohon kepada teman-teman untuk mendukung kerja-kerja kami sebagai pimpinan agar mengulangi lagi keinginan mereka, keinginan rakyat, semua pihak termasuk keinginan pers,”jelasnya.
Politikus senior ini juga mendukung langkah-langkah Paris Jusuf sebagai Ketua DPRD Provinsi Gorontalo selama ini, Paris Jusuf jelas Thomas merupakan kader terbaik yang ada di Partai Golkar.
“Semua kreteria penilian untuk menjadi ketua itu diatas semua kader Golkar, dari segi pendidikan, dari pengalaman, kemudian perolehan suara, semua beliu ada diatas kader-kader partai yang ada di Provinsi Gorontalo,”terang Thomas.
“Tetapi saya katakan bahwa saya menerima durian runtuh ketika DPP memutuskan sebuah kebijakan bahwa pimpinan DPRD dari partai Golkar itu hanya boleh dua kali atau dua periode. Maka di Provinsi Gorontalo ada dua DPRD yang terkena imbas kebijakan DPP tersebut, yaitu Nasir Giasi Ketua DPRD Pohuwato dan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Paris Jusuf,”pungkasnya.(Ricky/adv)


















