GOTV.Network.Deprov – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo Erwin Ismail menegaskan, bahwa terkait dengan kelangkaan BBM jenis solar yang terjadi di sejumlah SPBU selama ini bukan karena memang stok atau kuota BBM jenis solar habis, tapi hal ini disebabkan karena adanya oknum-oknum pemain yang digunakan untuk industry atau kegiatan proyek.
Hal ini ditegaskan Erwin Ismail disaat Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan lapangan dalam rangka monitoring kelangkaan BBM bersubsidi di SPBU Desa Mongolato Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo. Jum’at (08/11/2024)
“Jadi dari data yang saya terima bahwa sebenarnya BBM itu ada, solar itu ada dan kalau dipakai untuk keperluan masyarakat akan terpenuhi, karena dari pertamina sendiri telah menambah alokasi yang tadinya 8 ribu liter setiap harinya, sekarang seminggu bisa sampai 3 4 kali dikirim sampai 16 ribu liter,”jelas Erwin kepada sejumlah awak media.
Menurut Erwin, sebenarnya masalah kelangkaan BBM ini disebabkan adanya oknum-oknum yang bremain , bermain dalam konteks BBM jenis solar digunakan untuk industry atau dipakai di proyek yang seharusnya dipakai masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari malah dipakai untuk bisnis pertambangan, alat berat dan lain-lainnya.
“Kita pengennya itu semua didistrubusi kepada masyarakat, dan pihak SPBU tadi laporannya sudah banyak melakukan upgrade terkait keamanan dan potensi-potensi penimbunan BBM. Sekarang setiap pompa itu sudah ada cctv dan digitalisasi, jadi tidak ada lagi orang yang datang mengisi BBM banyak-banyak, kemudian disalahgunakan peruntukan dalam pengisian,”terangnya.
Makanya, iapun menghimbau bagi masyarakat yang melakukan usaha bergerak dibidang konstruksi dan dibidang jasa agar kebutuhan solar disesuaikan dengan peruntukannya.
“Solar subsidi itu untuk masyarakat, untuk keperluan masyarakat sehari-hari, bukan untuk pekerjaan atau dalam konteks bisnis,”pungkasnya.(Ricky/adv)


















