Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kab Bone Bolango

Harga Cabai Meroket Pesat, Ini Langkah Pemkab Bone Bolango Amankan Stok

2
×

Harga Cabai Meroket Pesat, Ini Langkah Pemkab Bone Bolango Amankan Stok

Sebarkan artikel ini
Aksi penanaman cabai bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Bone Bolango, Iwan Mustapa, di Lahan Pekarangan Nila Bioflok Iswan, Kecamatan Suwawa, Jumat (25/9/2026).
Example 468x60

GOTV.Bone Bolango – Melonjaknya harga cabai dalam beberapa bulan terakhir mendorong Pemerintah Kabupaten Bone Bolango untuk mengambil langkah konkret. Pemkab Bone Bolango bergandengan tangan dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah memperkuat gerakan menanam cabai secara mandiri dari lingkungan rumah tangga.

Gerakan tersebut ditandai dengan aksi penanaman cabai bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Bone Bolango, Iwan Mustapa, di Lahan Pekarangan Nila Bioflok Iswan, Kecamatan Suwawa, Jumat (25/9/2026).

Example 300x600

Lahan pekarangan warga yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal kini didorong menjadi ruang produksi pangan. Langkah ini diambil sekaligus sebagai strategi lokal untuk menekan dan mengendalikan lonjakan harga cabai di pasaran.

Sekda Bone Bolango Iwan Mustapa menyampaikan bahwa penanaman cabai ini merupakan gerakan bersama dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Penanaman cabai hari ini sebagai bagian dari upaya kita dan ini adalah gerakan bersama bagaimana semua elemen masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan yang ada untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Iwan Mustapa di lokasi.

Iwan menjelaskan, gerakan pemanfaatan pekarangan menjadi kian vital lantaran cabai merupakan salah satu komoditas utama penyumbang angka inflasi di Kabupaten Bone Bolango.

“Beberapa bulan terakhir ini harga cabai meningkat luar biasa pesat dan Bone Bolango ini termasuk inflasi tertinggi komoditas cabai. Dengan program ini kita harapkan bisa mengendalikan harga di pasar,” terangnya.

Pemanfaatan pekarangan rumah diharapkan tidak sekadar memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari, tetapi juga mampu menambah total pasokan cabai di tingkat daerah. Pasokan yang melimpah dinilai dapat menjaga stabilitas harga sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga yang membudidayakannya.

Iwan menekankan bahwa gerakan menanam cabai ini sangat praktis dan tidak menuntut ketersediaan lahan yang lapang. Pekarangan berukuran kecil sekalipun sangat memungkinkan untuk dijadikan media tanam produktif.

“Tidak perlu harus lahan pekarangan yang besar. Dengan ukuran kecil pun bisa diberdayakan,” tandasnya.

Pemkab Bone Bolango berharap program ini tidak hanya berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi stimulus yang dapat direplikasi oleh organisasi wanita lainnya hingga menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *