Pemerintah Kabupaten Bone Bolango terus mendorong penguatan nilai-nilai keimanan dan pembinaan spiritual di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui program Menggapai Qolbu Iman (MQI).
Program yang digagas oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bone Bolango tersebut dinilai menjadi salah satu kegiatan yang sangat dibutuhkan oleh para ASN, tidak hanya sebagai sarana meningkatkan keimanan, tetapi juga membangun karakter, integritas, serta kesadaran spiritual dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Asisten III Setda Bone Bolango sekaligus Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Ichsan Budi Wantogia. Ia menegaskan bahwa kehadiran dan partisipasi ASN dalam kegiatan MQI sangat diharapkan sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun kualitas spiritual aparatur.
Menurutnya, kegiatan MQI bukan sekadar agenda rutin keagamaan, melainkan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki hati, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Adapun tema MQI kali ini adalah “Meraih Cahaya Iman, Melawan Penyakit Hati Menuju Jiwa yang Beriman.” Tema tersebut mengajak seluruh ASN untuk mengenali dan melawan berbagai penyakit hati, seperti iri, dengki, sombong, dan sifat-sifat negatif lainnya yang dapat memengaruhi perilaku serta pelaksanaan tugas sehari-hari.
Program Menggapai Qolbu Iman dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat oleh Pemerintah Kabupaten Bone Bolango. Dalam pelaksanaannya, tema kegiatan akan disusun secara bergantian agar materi pembinaan keagamaan semakin beragam dan memberikan pemahaman yang lebih luas kepada para peserta.
Selain itu, kehadiran ASN dalam kegiatan tersebut juga akan dievaluasi oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sebagai bagian dari pemantauan kedisiplinan dan partisipasi aparatur dalam program pembinaan spiritual yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Melalui program MQI, Pemkab Bone Bolango berharap tercipta ASN yang tidak hanya profesional dalam bekerja, tetapi juga memiliki landasan keimanan, akhlak, dan moral yang kuat.
Dengan demikian, nilai-nilai spiritual yang diperoleh melalui kegiatan tersebut dapat tercermin dalam sikap, perilaku, etos kerja, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.


















