GOTV – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim memimpin jalannya rapat Forkopimda Provinsi Gorontalo.
Rapat yang berlangsung diruang Aula Rumah Dinas Gubernur Gorontalo, membahas stabilitas daerah dalam rangka antisipasi dampak musim penghujan, suplai BBM dan tindak lanjut pemberantasan minuman beralkohol.
Terkait suplai BBM, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyampaikan, berdasarkan laporan yang diterimanya, masih terdapat para pelaku pembeli BBM bersubsidi yang bolak-balik antri di SPBU. Ulah pedagang nakal tersebut tentunya sangat bertentangan dengan aturan perundang-undangan yang mengatur perdagangan BMM bersubsidi. Untuk itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie telah membentuk satgas yang bekerjasama dengan Pihak Kepolisian untuk memberantas para pedagang nakal tersebut.
Sementara itu terkait tindak lanjut pemberantasan minuman beralkohol, dari hasil razia di empat wilayah pintu perbatasan yaitu Atinggola, Taludaa yang berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Utara, dan Popayato, Tolinggula yang berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Tengah, Tim Terpadu Operasi Gabungan berhasil mengamankan setidaknya 1862 liter minuman keras (miras) jenis cap tikus dan oplosan.
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mempercayakan tugas sepenuhnya kepada TNI/POLRI dengan dukungan dari pemerintah, kejaksaan, pengadilan dan BIN Daerah untuk segera melakukan pemberantasan peredaran miras di Provinsi Gorontalo. Sebab sejauh ini, masalah kriminalitas, tindak kekerasan dan gangguan kamtibmas banyak disebabkan dari konsumsi miras masyarakat.


















