GORONTALO.TV.Deprov –Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo menggelar rapat koordinasi bersama Penjabat Gubernur Gorontalo Hamka Hendra Noer, rapat yang berlangsung di Kantor Gubernur ini membahas masalah pembebasan lahan untuk pengembangan Bandara Jalaludin Gorontalo menuju Embarkasi Haji Penuh (EHP) Provinsi Gorontalo yang masih membutuhkan lahan seluas kurang lebih 53,2 hektar. Senin (13/02/2023).
Ketua Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo AW.Thalib mengungkapkan, bahwa rapat koordinasi bersama Penjabat Gubernur bersama Kepala-kepala OPD telah menghasilkan beberapa catatan umum yang akan ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Menurut AW. Thalib, dalam catatan umum tersebut ada beberapa point yang harus di jelaskan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo, dimana point yang pertama yaitu masalah dengan tindak lanjut pembangunan islami center, setelah mendapat penjelasan dari Penjabat Gubernur, menurutnya, islami center selanjutnya akan dikelola oleh badan khusus yang akan menggunakan biaya non APBD, murni partisipasi dan swadaya langsung dari masyarakat.
Thalib juga menjelaskan, untuk lokasi pembangunan islami center sendiri masih menunggu pembentukan badan khusus yang masih memerlukan legitimasi pengesahan dari notaris, begitu legalitasnya selesai, maka badan khusus islami center akan melakukan perencanaan dan pembangunan.
Disamping Point masalah perkembangan pembangunan islami center, politisi Partai Persatuan Pembangunan ini juga menjabarkan masalah progres program poligon dan mendesak kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo agar perda RT/RW harus selesai dalam tahun 2023 ini, hal ini menurut AW. Thalib, karena perda ini merupakan bentuk kendali dari tata ruang pemerintah yang harus segera diajukan.
Setelah menggelar rapat koordinasi bersama Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Penjabat Gubernur Hamka Hendra Noer menanggapi beberapa point yang telah dibahas dalam rapat tersebut, salah satunya masalah pembangunan islami center, pihaknya telah menjelaskan kepada Komisi I DPRD, yang mana proses dari pembangunan islami center sendiri, saat ini masih dalam proses pembentukan panitia dan sementara mencari alternatif lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan islami center.(Ricky/adv)


















