Ditundanya Pengesehan RUU Pemasyarakatan menjadi UU pemasyarakatan tidak menyurutkan semangat Lapas Gorontalo dalam hal berinovasi dalam program pembinaan bagi Warga Binaan.
Ceramah Agama yang rutin dilaksanakan setiap hari kamis sore terus diadakan dengan menghadirkan Penceramah-penceramah kondang Gorontalo, namun mengawali bulan safar Kalapas Gorontalo bersama jajarannya yang bekerja sama dengan Ta’mirul Masjid At-Taubah menggelar kegiatan Silaturrahim bersama Keluarga WBP yang dikemas dalam kegiatan buka bersama puasa Sunnah kamis.
LIHAT JUGA : PENERPAN KEBIJAKAN KEIMIGRASIAN SEBAGAI UPAYA TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG
Pada kegiatan ini keluarga WBP yang diberi kesempatan hadir adalah keluarga dari WBP yang aktif menjalankan ibadah puasa Sunnah senin kamis, Pada kesempatan itu Asih Widodo dalam sambutannya mengatakatan bahwa kegiatan ini adalah implementasi dari Status Lapas Gorontalo Masuk Napi Keluar santri, untuk itu Lapas Gorontalo terus berinovasi melakukan kegiatan-kegiatan
pembinaan yang berbasis ibadah dan mua’malah yang semuanya itu dimulai dan berpusat di masjid, kedepannya wbp yang aktif dalam kegiatan pembinaan yang berpusat dimasjid akan diberikan reward mengikuti rangkaian pembinaan lainnya diluar lapas baik kegiatan olah raga, kesenian, pelatihan kemandirian dan dipekerjakan pada dunia kerja,hal ini untuk memotivasi WBP agar benar-benar berubah dan menjadikan kegiatan keagamaan menjadi budaya Religius bagi kehidupan warga binaan pemasyarakatan baik sementara berada didalam lapas maupun setelah bebas


















