GORONTALO.TV.Deprov – Tradisi Ketuk Sahur atau Koko’o yang dilaksanakan di awal Bulan Suci Ramadhan sudah menjadi tradisi yang terus dilestarikan oleh sebagian masyarakar Kota Gorontalo. Tak sedikit warga Kota Gorontalo yang ikut meramaikan tradisi Koko’o untuk membangunkan sahur dengan berkeliling di sejumlah ruas jalan utama yang ada di Kota Gorontalo. Senin Malam (11/03/2024)
Tradisi Koko’o yang digagas pertama kalinya oleh masyarakat Kelurahan Talumolo Pabean Kota Gorontalo sudah menjadi budaya dan membumi di Kota Gorontalo, di Bulan Suci Ramadhan 1445 Hijriah ini panitia pelaksana telah menyiapkan kurang lebih sebanyak 1.500 kentongan bagi peserta yang ikut meramaikan guna mengiringi musik-musik religi yang di kumandangkan di sepanjang jalan utama.
Salah satu tokoh ternama yang juga Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Fikram Salilama dalam sambutannya menyatakan, bahwa tradisi Koko’o yang sudah menjadi tradisi di Bulan Suci Ramadhan ini telah dipelihara sepanjang tahun. Fikram juga merasa turut bersyukur karena tradisi ini telah berkembang, karena yang mengikuti kegiatan pada malam ini bukan hanya masyarakat pabean, tapi ada juga masyarakat gabungan dari kelurahan bugis, kelurahan siendeng dan masyarakat kelurahan biawu menyatu dalam memeriahkan tradisi tahunan yang di lepas langsung Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim.
Kegiatan Koko’o yang di ikuti oleh ribuan masyarakat Kota Gorontalo kali ini panitia pelaksana telah menggandeng Universitas Negeri Gorontalo (UNG) demi mesukseskan acara tersebut, Fikram berharap pihak panitia dan masyarakat yang mengikuti kegiatan Koko’o bisa menjaga stabilitas keamanan selama acara berlangsung.(Ricky/adv)


















