GOTV.Kota Gorontalo – Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, mewanti-wanti seluruh pengelola anggaran pendidikan dan kepala sekolah agar memahami betul aturan main penggunaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BSOP). Ia menegaskan agar pengelola dana pendidikan tidak sekali-kali menyalahgunakan kewenangan yang dimiliki.
Hal tersebut ditegaskan Ismet saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Dana BSOP Tahun 2026 di Grand Q Hotel, Kota Gorontalo, Selasa (22/9/2026).
Ismet meminta seluruh peserta Bimtek tidak sekadar mendengarkan pemaparan materi, tetapi benar-benar mengimplementasikan aturan tersebut dalam setiap tahapan pengelolaan anggaran, mulai dari perencanaan, penggunaan, hingga pertanggungjawaban.
“Tadi telah dijelaskan secara detail teknis tentang pengelolaan keuangan. Ini tentunya tidak sekadar diketahui, tidak sekadar dimengerti, tetapi harus diimplementasikan dalam kegiatan saudara-saudara sekalian,” tegas Ismet, Selasa (22/9/2026).
Ia mengingatkan, besaran anggaran yang dikelola di tingkat sekolah—meski bernilai puluhan atau ratusan juta rupiah—tetap memikul tanggung jawab yang besar. Ismet meminta pengelola anggaran tidak menganggap sepele besaran nominal dana yang dipegang.
“Keuangan-keuangan yang dikelola kecil, berapa pun yang dikelola, tidak perlu dianggap ringan. Apalagi tadi sudah dijelaskan ada yang sampai seratus juta dan sebagainya,” ujarnya.
Menurut Ismet, kunci utama agar tidak terjerat masalah hukum adalah pemahaman penuh terhadap regulasi, batas kewenangan, serta mekanisme pertanggungjawaban. Ketidakpahaman aturan menjadi awal mula terjadinya penyimpangan pengelolaan keuangan.
“Jangan sekali-kali melakukan tindakan menyalahgunakan kewenangan. Awal dari semua awal untuk berlanjut pada tindakan-tindakan selanjutnya yang tidak betul, tidak baik,” cetusnya.
Ismet menekankan bahwa tata kelola anggaran pemerintah saat ini berada di bawah pengawasan ketat, mulai dari lembaga pengawas internal, aparat penegak hukum (APH), hingga masyarakat luas. Oleh karena itu, pengelola BSOP diminta tidak hanya berfokus pada daya serap realisasi anggaran, tetapi juga akuntabilitasnya.
Ia meminta para peserta memanfaatkan Bimtek yang berlangsung selama dua hari tersebut secara maksimal demi meningkatkan kapasitas pengelolaan dana sekolah yang transparan dan tertib.
“Dengan waktu dua hari ini, tolong benar-benar dimanfaatkan dengan baik. Jangan setengah-setengah. Kuncinya hanya satu, bagaimana ini harus diimplementasikan dalam berbagai tugas, fungsi, dan peran kita semua,” pungkasnya.


















