GOTV – Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim memimpin rapat koordinasi dan evaluasi (rakorev) triwulan III tahun anggaran 2019. Rapat yang berlangsung diruang dulohupa kantor gubernuran, diikuti secara virtual melalui video conferense (vidcon) oleh Pemda Kabupaten Kota se-Provinsi Gorontalo.
Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim meminta kepada Pemda Kabupaten Kota, Satker APBN dan OPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo, untuk senantiasa melakukan pemantauan kepada seluruh jajaran pelaksana, baik itu saat pelasanaan maupun diakhir pelaksaan kegiatan.
Biro Pengendalian Pembangunan dan Ekonomi (P2E) Setda Provinsi Gorontalo mencatat realisasi fisik pada triwulan III tahun 2020 mencapai 74,93 persen. Realisasi tersebut melebihi target yang telah ditetapkan sebesar 64,68 persen. Capaian tersebut juga diikuti oleh realisasi keuangan yang mencapai angka 63,18 persen dari target sebesar 59 persen.
Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, kinerjanya masih lebih tinggi tahun ini. Pada triwulan III tahun 2019, realisasi fisik Pemprov Gorontalo hanya sebesar 71,89 persen dan keuangan 61,34 persen. Meskipun di tengah pandemi Covid-19, namun realisasi tetap terpacu.
Dari 33 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Gorontalo, 24 di antaranya telah melampaui target fisik dan keuangan. Lima OPD telah mencapai realisasi fisik namun realisasi keuangan masih rendah, serta empat OPD yang realisasi fisik dan keuangan masih di bawah target.
Sementara itu, berdasarkan hasil e-Monep untuk kabupaten/kota se Provinsi Gorontalo, realisasi fisik tertinggi dicapai oleh Kabupaten Bone Bolango yaitu sebesar 69,20 persen dan realisasi keuangan tertinggi dicapai oleh Kota Gorontalo sebesar 59.06 persen. Dua kabupaten yang capaiannya masih rendah ditempati oleh Kabupaten Gorontalo dengan realisasi fisik 30,17 persen dan keuangan 25,85 persen, serta Kabupaten Gorontalo Utara dengan realisasi fisik 25,65 persen dan keuangan 32,45 persen.


















