gorontalo.tv – BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Gorontalo terus mendorong kepesertaan jaminan kecelakaan kerja bagi masyarakat. Hal tersebut terlihat saat di launchingnya program Kerja Keras Bebas Cemas yang berlangsung di Desa Huangobotu, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Kamis (6/7/2023).
Launching Kerja Keras Bebas Cemas ditandai dengan pelepasan perahu nelayan oleh Sekda Bone Bolango Ishan Ntoma, dan Kepala Kantor Wilayah Sulawesi Maluku BPJS Ketenagakerjaan, Mintje Wattu. Pelepasan perahun nelayan sebagai simbol para pekerja informal yang telah ter-cover dalam BPJAMSOSTEK telah mendapatkan perlindungan asuransi.
Menurut Kepala Kanwil Sulawesi Maluku BPJS Ketenagakerjaan, Mintje Wattu, setidaknya terdapat tiga program yang bisa diterima para pekerja disektor Informal atau Bukan Penerima Upah (BPU). Dengan iuran mulai dari Rp36.800 per bulan, para pekerja BPU akan mendapatkan perlindungan 3 program yang terdiri dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT).
Sementara itu Sekda Bone Bolango Ishak Ntoma mengatakan sejauh ini Pemda Bone Bolango terus memberikan perlindungan terhadap pekerja informal di Bone Bolango. Pemda Bone Bolango terus menganggarkan dana APBD untuk mengikutsertakan masyarakatnya dalam program perlindungan BPJAMSOSTEK.
BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo memilih Kabupaten Bone Bolango sebagai tempat pelaksanaan launching program Kerja Keras Bebas Cemas dikarenakan Bone Bolango sebagai daerah yang memiliki kepesertaan terbesar di Provinsi Gorontalo.
Mintje Wattu juga mengatakan, dipilihnya desa sebagai sasaran program tersebut, dikarenakan desa memiliki banyak pekerja informal atau Bukan Penerima Upah, yang belum tersentuh program BPJAMSOSTEK. Melalui sosialisasi ini, maka target BPJS Ketenagakerjaan mampu melindungi 70 juta pekerja di tahun 2026 seluruh Indonesia bisa tercapai.


















