GOTV.Bone Bolango – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango bersama tim peneliti independen menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk menentukan lokus desa dan komoditas prioritas dalam kegiatan pemetaan komoditas serta baseline kondisi hulu berbasis prinsip lestari dan berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung di kantor Bappeda Litbang Kabupaten Bone Bolango pada Kamis (4/6/2026) itu menjadi langkah awal dalam mengidentifikasi desa-desa potensial yang memiliki komoditas unggulan dengan nilai ekonomi tinggi namun tetap memperhatikan aspek lingkungan.
Ketua tim Pemetaan Komoditas dan Baseline Kondisi Hulu, Purnama Ningsih S. Maspeke, menjelaskan, pemetaan dilakukan untuk memastikan pengembangan komoditas daerah tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga mendukung prinsip keberlanjutan, inklusivitas, dan pelestarian lingkungan.
“Data dasar yang akurat sangat diperlukan untuk mengetahui potensi desa, kapasitas produksi, rantai nilai, kelembagaan, akses pasar, hingga risiko lingkungan. Melalui FGD ini, seluruh pemangku kepentingan dapat menyepakati desa dan komoditas yang layak menjadi prioritas pemetaan,” ujarnya.
FGD tersebut melibatkan sekitar 20 peserta yang berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, hingga pelaku usaha. Beberapa instansi yang terlibat antara lain Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM, serta pihak pengelola kawasan hutan dan konservasi.
Dalam forum tersebut, peserta membahas sejumlah isu strategis, mulai dari identifikasi desa potensial, komoditas unggulan, kondisi produksi dan produktivitas, rantai nilai, kelembagaan petani, hingga peluang pasar dan kemitraan usaha.
Adapun komoditas yang menjadi perhatian adalah komoditas yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat, sesuai dengan kondisi agroekologi wilayah, serta dapat dikembangkan tanpa merusak ekosistem dan tutupan lahan. Selain itu, komoditas juga harus memiliki peluang pasar dan berpotensi meningkatkan pendapatan rumah tangga petani.
Kepala Bappeda Litbang Bone Bolango, Sri Mulyani Lalijo dalam sambutannya menegaskan pentingnya pengembangan ekonomi daerah yang sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, pemetaan komoditas akan menjadi dasar dalam penyusunan program dan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih terarah.
Hasil FGD nantinya akan menghasilkan daftar pendek desa dan komoditas prioritas yang akan menjadi sasaran penelitian lapangan pada tahap berikutnya. Selain itu, forum juga akan merumuskan kebutuhan data yang diperlukan untuk mendukung pemetaan komoditas secara lebih komprehensif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir kesepakatan multipihak mengenai desa dan komoditas yang paling potensial untuk dikembangkan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Bone Bolango. (HR).


















