Gorontalo.tv.Deprov – Anggota tim Pansus LKPJ DPRD Provinsi Gorontalo Adhan Dambea menyoroti adanya pembangunan proyek jalan Iluta-Pilolodaa yang sudah menghabiskan anggaran puluhan milyar tapi asas manfaatnya bagi masyarakat kurang.
Hal ini diungkapkan Adhan Dambea disaat dirinya bersama Pimpinan dan Anggota tim Pansus LKPJ melakukan peninjauan proyek jalan Iluta-Pilolodaa dan proyek Kanal Tanggidaa yang ada di Kota Gorontalo. Selasa (19/03/2024).
Bahkan Adhan menilai dalam pelaksanaan pembangunan proyek tersebut Pemerintah dianggap hanya mencari keuntungan semata.
“Sebenarnya niat Pemerintah sangat bagus untuk membangun jalan alternatif, tapi jalan ini justru di manfaatkan untuk mencari keuntungan,”jelas Adhan Dambea
Menurut Adhan Dambea, untuk pembangunan jalan alternatif tersebut, Pemerintah telah menganggarkan puluhan milyar rupiah namun hingga sampai saat ini tidak pernah terealisasi dengan baik.
“2016 itu kurang lebih anggarannya 6 milyar tapi tidak selesai, 2017 7 milyar tidak selesai, ini di tahun 2021 di tambah 21 milyar, sampai hari ini bahkan sudah putus kontrak dengan capaian pekerjaan mencapai 60 persen tapi tidak ada tindak lanjut,”imbunhya
Olehnya, Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo ini meminta kepada Pemerintah agar anggaran yang rencananya akan di gelontorkan untuk pembangunan jalan lanjutan tersebut yang bersumber dari DAK di alihkan saja untuk pembangunan jalan di tempat lainnya.
“Oleh sebab itu karena terinformasi tahun ini ada Dana Alokasi Khusus (DAK) kami akan menyurat ke PU bahwa tidak perlu lagi anggaran DAK ke jalur jalan tersebut karena sudah tidak ada manfaatnya,”tegas Adhan
“Karena setelah di anggarkan lagi tidak ada nilai manfaat bagi rakyat, lebih baik di tunda dan dibuat di tempat atau lokasi lainnya yang manfaatnya lebih besar bagi masyatakat,”pungkasnya.(Ricky/adv)


















