GORONTALO.TV.Deprov – Momentum Hari Ulang Tahun Provinsi Gorontalo yang ke 22, Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo Adhan Dambea menyoroti masih rendahnya penurunan angka kemiskinan yang masih berkisar di angka 15,42 persen dan membuat posisi Gorontalo dalam hal angka kemiskinan masih belum keluar dari 5 besar daerah dengan presentasi penduduk termiskin di Indonesia.
Sorotan ini disampaikan Adhan Dambea setelah menggelar Rapat Paripurna DPRD Provinsi Gorontalo yang ke 101 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Provinsi Gorontalo yang ke 22, yang berlangsung di Ruang sidang DPRD Provinsi Gorontalo, Senin (05/12/2022)
Menurut Adhan, Kita harus berbenah, kerena persoalan kemiskinan bukan hanya tanggung jawab Bupati atau Wali kota, tetapi tanggung jawab juga Provinsi Gorontalo, olehnya Adhan Dambea menekankan perlunya evaluasi secara total dan adanya satu sistim yang harus diatur.
Adhan menjelaskan, bahwa saat Gorontalo memisahkan diri menjadi daerah otonom sendiri. Angka kemiskinan kala itu berada pada angka 33 persen, kemudian dalam kepemimpinan Fadel-Gusnar angka kemiskinan turun sampai pada posisi 17 persen hingga akhir masa jabatannya di tahun 2012.
Sejauh ini menurut politisi partai amanat nasional ini Pemerintah Provinsi Gorontalo harus bisa membuat program yang bisa langsung menyentuh ke masyarakat, sebagai contoh kemiskinan yang ada di Kabupaten Pohuwato, agar angka kemiskinannya bisa turun, masyarakatnya bisa diberikan uang tunai khusus untuk program penuntasan kemiskinan, tinggal bagaimana program ini bisa dikawal dengan juknis yang sudah ada karena hal ini dibolehkan oleh aturan.(Ricky/adv)


















