Gorontalo.tv.Banyuwangi – Banjir yang melanda Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur memporak porandakan rumah warga dan fasilitas umum, intensitas hujan yang cukup tinggi yang terjadi disepanjang hari kamis 03 Nopember 2022 membuat aliran sungai Desa Banyuanyar, Desa Kalibaru Kulon dan Desa Kalibaru wetan tidak bisa menampung debit air yang begitu besar, akibatnya sejumlah rumah milik warga dan fasilitas umum seperti jembatan penghubung antar desa banyak yang rusak parah.
Dari pantauan dilapangan, sejauh ini belum ada laporan resmi dari pihak Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan & BPBD seberapa besar kerugian akibat terjadinya banjir tersebut, namun dari hasil laporan warga data sementara yang di dapat untuk Desa Kalibaru Wetan ada jembatan yang rusak dan putus, rumah warga yang rusak berat mencapai 32 rumah, sepeda motor yang hanyut ada 7 unit, mobi 3 unit, hewan ternak sapi dan kambing 17 ekor dan saluran air bersih terputus.
Di wilayah Desa Kajarharho Kecamatan Kalibaru sejumlah fasilitas umum seperti jembatan yang menghubungkan Desa Kalibaru Wetan dangan Desa Kajarhajo putus dan hancur diterjang banjir, belum lagi rumah-rumah milik warga yang ada di sepanjang bantaran aliran sungai juga turut hancur karena luapan air dan material yang terwaba arus, bahkan tak sedikit hewan piliharaan warga juga menjadi korban ikut terbawa arus, sementara itu untuk wilayah Desa Kalibaru Kulon kerugian akibat banjir bandang ada kantor pemerintah dan sejumlah toko rusak berat, belum lagi pagar pembatas milik Koramil dan Polsek Kalibaru juga ikut jebol.
Laporan sementara yang disampaikan Plt Kapolsek Kalibaru Iptu Yaman Adinata melalui media sosial, bahwa dampak dari Intensitas Hujan tersebut mengakibatkan sepanjang jalan Depan Mako Polsek Kalibaru, Setasiun PT KAI Kalibaru , Depan Koramil 082 05 Kalibaru, Depan Hotel Margoutomo, Masjid Al-ihsan, Depan Gereja GBDi Filadelfia dan POS 1 PTPN XII Jatirono (Sungai Ilyas) meluap, salurannya tidak bisa berfungsi dengan baik dan tidak dapat menampung debit Air Hujan itensitas yang tinggi, mengakibatkan air naik di jalan dan halam setinggi kurang lebih 40 cm.
Akibat dari dampak terjadinya banjir ini pihak Muspika dan Perangkat Desa dan BPBD Kecamatan masih melakukan efakuasi terhadap masyarakat yang Rumahnya di sepanjang Bantaran Sungai Ilyas dan terendam kurang lebih1 meter.
Sementara itu menurut tokoh masyarakat
Desa Kalibaru Wetan Kecamatan Kalibaru Apolindo, terjadinya banjir bandang di Kecamatan Kalibaru baru kali ini, diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi dan tidak adanya pepohonan atau tumbuhan yang menahan dan menyerap air hujan, apalagi adanya perkebunan tebu di sekitar Kecamatan Kalibaru yang sebelumnya di tanam tanaman tahunan kakao.
,”Sejauh ini banjir yang terjadi di Kecamatan Kalibaru dan sekitarnya ini disebabkan intensitas curuh hujan yang cukup tinggi dan tidak adanya pepohonan atau tanaman yang menahan atau menyerap air , sehingga terjadilah luapan air, belum lagi perkebunan disekitar kecamatan yang saat ini sudah habis musim panen tebu, serta tidak berfungsinya secara bagus saluran-saluran air, mungkin ini menjadi penyebab utama banjir ini terjadi,“ujar Apo
Apo juga menjelaskan bahwa sebelumnya juga terjadi banjir namun tidak separah ini, ini penting bagi kita semua agar kita selalu berhati-hati dalam beraktifitas dengan kondisi cuaca hujan saat ini, ayo jaga lingkungan kita agar tetap asri dan menanam pohon tahunan yang bisa menyerap air hujan,” harap Apolindo (arns)












