Gorontalo.tv.Deprov – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo Erwin Ismail yang juga termasuk dalam tim lima Badan Anggaran DPRD Provinsi Gorontalo memastikan bahwa untuk pembayaran keterlambatan gaji dan hak pegawai serta guru paling lambat hari Senin minggu depan sudah bisa dibayarkan.
Kepastian pembayaran gaji dan honor para pegawai yang terlambat ini diungkapkan Erwin Ismail usai dirinya menggelar Rapat Kerja Badan Anggaran DPRD Provinsi Gorontalo bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) dalam rangka membahas hasil evaluasi Kementrian Dalam Negeri RI terhadap APBD Induk Pemerintah Provinsi Gorontalo tahun 2024, yang berlangsung di Ruang Rapat Dulohupa Kantor DPRD Provinsi Gorontalo. Selasa (02/01/2024).
“Saya selaku tim lima mengucapkan terima kasih atas kerja kerasnya tim TAPD, memang kita sedikit terlambat memasukan hasil laporan APBD 2024, makanya kita masuk dalam posisi antri yang agak lama,”jelas Erwin
Menurut Erwin, Badan Anggaran DPRD bersama TAPD Pemerintah Provinsi Gorontalo telah menargetkan agar ABPD induk tahun 2024 di Kementerian sudah bisa rampung hari ini.
“Target kita tadi sudah berbicara hari ini sudah ada di meja direksi-direksinya, ataupun Direkturnya yang ada di Kementerian Dalam Negeri, In Syaa Allah minggu ini kita tunggu. Artinya gaji atau tunjangan dan lain-lain yang di bulan Januari bukan tidak di bayarkan, memang ini siklus setiap tahunnya, akhir tahun dan awal tahun,”terang Polikus Demokrat ini
Olehnya ia pun meminta doa dan permasalahan keterlambatan pembayaran ini bisa dipahami bersama dan dirinya memastikan minggu depan sudah ada realisasinya.
“Karena kita sedikit agak terlambat, In Syaa Allah kita doa supaya lancar dan paling lambat hari senin minggu depan semua gaji dan hak pegawai, guru dan lain-lain sudah bisa dibayarkan,”tegasnya.
Menurutnya, keterlambatan proses pengajuan APBD induk Pemerintah Provinsi Gorontalo tahun 2024 bukannya kesengajaan, hal ini karena memang proses pembahasannya di DPRD yang saat itu sangat alot.
“Keterlambatannya memang kita di DPRD pembahasannya memang cukup alot, karena yang pertama di situ ada pembahasan anggaran Pemilu, bagaimana kita harus menyiapkan, harus ambil pos-pos anggaran, bagaimana kita bisa membantu enam Kabupaten Kota untuk shering,”pungkasnya.(Ricky/adav)


















