Gorontalo.tv.Deprov – Istilah musim Halabolu sempat mencuat pada pelaksanaan reses Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Espin Tulie pada reses masa persidangan kedua tahun 2023-2024 Dapil III Gorontalo A Kabupaten Gorontalo, reses yang dilaksanakan di dua titik lokasi yang berbeda ini, Espin Tulie menyapa masyarakat Desa Dungaliyo Kecamatan Dungaliyo dan masyarakat di Kelurahan Bolihuangga Lingkungan Halabolu Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo. Selasa (30/01/2024)
Politikus kaum gender ini menyatakan, bahwa pelaksanaan reses yang dilaksanakan di dua titik lokasi yang berbeda ini, dirinya telah menampung beberapa aspirasi terutama masalah pembangunan jalan yang kondisinya sangat parah, menurut mereka kondisi jalan tersebut saat ini mulai banyak berlubang dan hal itu perlu perhatian dan perbaikan yang serius dari Pemerintah.
“Tapi hal ini akan dikambalikan lagi tergantung kewenangan ruas jalan tersebut apakah Pemerintah Provinsi atau Kewenangan Pemerintah Kabupaten Gorontalo,”jelas Espin Tulie kepada awak media.
Selain itu menurutnya, masyarakat di Kelurahan Bolihuangga juga sempat mengaspirasikan masalah yang ada di pesisir Danau Limboto yang biasa dikenal atau disebut dalam bahas Gorontalo istilah Halabolu.
“Ternyata saya baru paham bahwa itu digunakan oleh masyarakat ketika terjadi kekeringan di sekitar Danau Limboto, airnya jadi surut itu mereka menanam jagung, ubi-ubian dengan harapan mereka bisa mendapat tambahan penghasilan pada saat musim Halabolu,”ungkap Espin Tulie
Espin Tulie menuturkan, bahwa aspirasi musim Halabolu muncul karena rumah-rumah masyarakat sering terendam air akibat luapan Danau Limboto, olehnya ia meminta terutama yang punya kewenangan menangani masalah Danau Limboto yaitu Balai Sungai Wilayah Sulawesi II Gorontalo bisa memperhatikan hal tersebut demi keberlangsungan hidup dan mata pencaharian masyarakat sekitar.(Ricky/adv)


















