GOTV.Network.Deprov – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo AW.Thalib menegaskan hal utama yang segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah Provinsi Gorontalo dalam pengelolaan aset adalah hasil temuan KPK sebelumnya yang didapati adanya persoalan aset yang masih belum disertifikasi.
Penegasan ini disampaikan AW.Thalib kepada sejumlah awak media usai Komisi I mengambil sikap untuk melakukan penundaan terhadap pelaksanaan rapat dengan sejumlah OPD Pemerintah Provinsi Gorontalo.Senin (06/05/2024).
Menurut AW.Thalib ditundanya pelaksanaan rapat Komisi I dengan sejumlah OPD karena tidak dihadiri langsung oleh pimpinan OPD yang sebagian dari mereka melakukan perjalanan keluar daerah.
“Yang diutus kesini adalah perwakilan-perwakilan, yang kadang-kadang perwakilan tidak memahami, tidak mengetahui dan tidak menguasai tentang materi yang akan di bahas,”tegas AW. Thalib.
Oleh sebab itu, atas dasar inilah Komisi I mengambil sikap untuk melakukan penundaan pelaksanaan rapat.
“Ya kita skorsing rapatnya sampai dengan minggu depan tetapi tentunya sudah ada beberapa kegiatan yang sudah bisa dijalankan,”jelasnya.
Politikus senior ini juga menjelaskan, bahwa kalau melihat dari dekat terkait dengan permasalahan aset-aset yang ada di Provinsi Gorontalo memang harus ada pengklasteran.
“Ada pengklasteran daripada aset itu, kita mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata contohnya begitu banyak semua memilki aset itu semua menyebar,”terangnya.
Menurutnya, dalam pembagian katagori aset yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo ada aset P3D, ada aset pengadaan secara langsung melalui APBD.
“Nah ini kita akan buat klasternya, diidentifiakasi kemudian problematika apa yang dihadapi, kemudian juga melihat temuan hasil KPK sebelumnya, karena memang ada hasil KPK yang sudah ada dan memperoleh mendapati bahwa ada persoalan aset yang belum disertifikasi. Ini yang perlu segera ditindak lanjuti, mudah-mudahan dalam waktu sebulan dua bulan ke depan sudah mulai terlihat apa yang perlu kita benahi dalam aset tersebut,”pungkasnya.(Ricky/adv)


















