Gorontao.tv.Bumi Panua – Tingginya pemadaman listrik yang terjadi selama ini, baik yang terencana maupun tidak terencana di wilayah barat Pohuwato, membuat Komisi 2 DPRD Pohuwato mengambil langkah cepat. Ketua Komisi 2 Rizal Pasumah langsung mengundang pihak PLN Marisa dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP).
Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan jajaran PLN Marisa ini juga menghadirkan Camat, diantaranya Camat Popayato Barat, Popayato Timur, Popayato, Lemito, Wanggarasi , Patilanggio dan Duhiyadaa berlangsung diruang rapat DPRD Pohuwato. Selasa (16 April 2024).
“Dalam Bulan Ramadhan saja terjadi beberapa kali pemadaman, baik yang terencana bahkan ada pemadaman yang tidak terencana,”ungkap Ketua Komisi 2 Rizal Pasumah.
Selain itu kata politisi partai golkar ini, akhir akhir ini diwilayah Popayato cs sering terjadinya pemadaman yang berlangsung hingga seharian dan ini keluhan masyarakat yang harus saya sampaikan hari ini.
“Pasokan listrik kewilayah Barat mengalami drop, hal ini membuat barang elektronik dan listrik masyarakat banyak mengalami kerusakan,”tegas Rizal.
“Daya listrik di rumah rumah warga hanya berkisar antara 150 hingga 160 volt sehingga barang elektronik tidak berjalan maksimal dan banyak yang mengalami kerusakan,”imbuhnya.
Sementara itu kepala PLN Marisa Andi Rahmat Alfajri dalam penyampaiannya mengatakan, untuk wilayah Popayato cs itu memang sering mengalami drop hal ini diakibatkan panjangnya jaringan hingga ke perbatasan.
Disamping itu wilayah dari Marisa ke Popayato belum terinterkoneksi dengan gardu induk Parigi Moutong yang ada di Kecamtan Bolano.
Namun demikian PLN mempunyai rencana kerja jangka pendek, yaitu mengganti kabel induk ke yang lebih besar dan memecah beban listrik dan itu bisa meningkatkan beban pasokan listrik.
“Untuk rumah warga yang mengalami drop tegangan nanti akan diturunkan tim teknis apabila penyebabnya hanya kabel keropos atau kendala teknis lainnya itu penanganannya tidak dikenakan biaya alias gratis. Namun apabila kendalanya dikarenakan drop tegangan akibat panjangnya jaringan solusinya menunggu interkoneksi dengan gardu induk parigi mouton,”pungkas Andi Rahmat(WH)












