JAKARTA.gorontalo.tv – Iklim investasi di Indonesia rupanya menjadi perhatian serius Ketua Organisasi Perdagangan Eksternal Jepang (JETRO), Nobuhiko Sasaki, setelah bertemu dengan delegasi Parlemen Indonesia, Nobuhiko Sasaki mengungkapkan,” ada peluang lanjutan investasi Jepang di Indonesia, apalagi jika dibarengi pula dengan adanya kemudahan – kemudahan berinvestasi dan peluang yang diberikan untuk Jepang menanamkan modal di Indonesia. Bahkan dia menilai hubungan kedua negara yang sudah berjalan lebih dari 60 tahun tersebut harus ada perubahan dan perbaikan.
“Poin utama hubungan ekonomi Jepang – Indonesia adalah perbaikan investasi, sumber daya manusia dan transfer teknologi, perbaikan infrastruktur, competitiveness, daya saing pengembangan ekspor, ” ungkap Nobuhiko Sasaki, disaat menerima delegasi Parlemen Indonesia, yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel, di kantor JETRO, Tokyo, Jepang, Kamis (12/12/2019).
Dalam lawatannya ke jepang, Rachmat Gobel bersama rombongan dalam rangka kunjungan muhibah dan mempererat hubungan Indonesia – Jepang yang sudah berusia 61 tahun, kunjungan kerja ini berlangsung kurang lebih selama tujuh hari (09/12 s/d 15/12/2019). ada tiga isu utama yang dibawa delegasi Indonesia ke jepang meliputi, lingkungan hidup, pertanian, dan usaha mikro kecil dan menengah. Selama berada di Jepang, Rachmat Gobel juga menemui beberapa politisi dan anggota parlemen, pelaku bisnis, organisasi ekonomi, walikota serta kunjungan ke kantor pusat Liberal Democratic Party (LDP).
Sementara itu sejumlah pejabat yang ikut serta dalam rombongan delegasi kali ini adalah para anggota DPRD Gorontalo baik provinsi, kabupaten / kota, bupati dan mantan bupati se Gorontalo untuk melihat langsung peluang kerjasama investasi, pertanian, UMKM dan pariwisata seperti revitalisasi danau Limboto, Gorontalo.
Dalam sambutannya Rachmat Gobel mengatakan,”usulan dan masukan dari dunia usaha Jepang yang diwakili JETRO akan menjadi catatan delegasi nya dan segera menjadi masukan buat pemerintah. Dia setuju UMKM di Jepang merupakan contoh yang baik. Bahkan dia mencontohkan ketika kunjungannnya Rabu lalu ke Kyoto, dia menemukan langsung di stasiun kereta api disana banyak menyajikan industri kecil yang dijajakan. Ini salah satu contoh keberhasilan Jepang mempromosikan UMKM disini. Jepang juga menurut dia, turut aktif mempromosikan industri makanan halal dan sepakat sebelum melihat hasil produksi yang baik terlebih dahulu melihat keunggulan dari sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki.
“Harapan teman-teman, mungkin Jepang juga dapat membantu sektor industri pangan Indonesia,” ungkap Rahmad Gobel.
Sementara itu Presiden Direktur JETRO Jakarta, Keishi Suzuki, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan,”bahwa Indonesia memiliki sejumlah keunggulan termasuk letak geografis, tenaga kerja, dan sumber daya alam yang kaya. Namun Suzuki mengatakan, saat ini UMKM Jepang harus masuk pasaran global agar supaya berkembang.
Selain industri makanan, Rachmat Gobel juga mendorong mengenalkan industri herbal seperti jamu tradisional, yang merupakan minuman herbal asli Indonesia. Dia juga akan mendorong agar jamu dapat menjadi minuman resmi dalam setiap kegiatan rutin di DPR minimal setiap minggu pertama. “ Semoga, nantinya mendapat respon positif dari seluruh anggota. Ungkap Rahmad Gobel.
JETRO merupakan badan organisasi yang terkait dengan pemerintah Jepang, yang bekerja untuk mempromosikan hubungan perdagangan dan investasi antara Jepang dengan negara-negara lain di dunia. JETRO sendiri didirikan pada tahun 1958 yang berfungsi untuk mempromosikan ekspor dari Jepang ke negara lainnya. Sementara JETRO Jakarta didirikan setahun berikutnya, yaitu pada tahun 1959 dan telah membuktikan diri untuk meningkatkan hubungan ekonomi bilateral antara Indonesia dan Jepang. (AR.gorontalo.tv)


















