GOTV.Network.Deprov – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo AW. Thalib merasa kaget setelah mengetahui bahwa Asrama Beringan (Asrama Mahasiswa Gorontalo) yang berada di Manado saat ini status disertifikatkan sudah atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo semenjak tahun 2006.
Ha ini diungkapkan AW. Thalib disaat Pimpinan dan Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja dan meninjau secara langsung kondisi Asrama Beringin (Asrama Mahasiswa Gorontalo) yang ada di Manado. Kamis (06/06/2024)
“Ada tiga obyek yang dikunjungi Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, diantaranya masalah Asrama Beringan (Asrama Gorontalo), mamang ada kekagetan kita setelah mendengarkan penjelasan bahwa asrama tersebut sudah disertifikatkan atas nama Provinsi ditahun 2006,”jelas AW. Thalib kepada sejumlah awak media.
Menurut AW. Thalib, hal tersebut sebenarnya langkah yang bagus, sebuah langkah yang cepat, namun setelah memperoleh sebuah penjelasan terkait dengan histori tanah untuk pembangunan sudah menjadi milik Provinsi, karena setahu dirinya bahwa Asrama Beringin itu tadinya memang dikelola oleh dua Daerah, baik Kabupaten Gorontalo maupun Kota Gorontalo.
“Kok tiba-tiba sudah beralih ke Provinsi Gorontalo, darimana sejarahnya, darimana ceritanya, sehingga itu sudah menjadi aset milik Provinsi,”ujar AW.Thalib bertanya-tanya.
Karena jelas AW. Thalib, kalau ditelusuri secara mendalam perihal proses hibahnya tanah tersebut sampai saat ini belum diketahuinya, bahkan dipertanyakan ke pihak bagian biro umumpun mereka tidak bisa dijawab.
“Jadi ini masih harus ada penelusuran menyangkut masalah ini, perlu ada penjelasan, jangan ini nanti menjadi sebuah persoalan baru nanti di belakang hari bisa mencuat masalah ini, harus tuntas, harus clear,”tegas Politikus PPP ini.
Atas masalah yang terjadi ini, Komisi I berencana akan menemui dan menanyakan secara langsung masalah tanah tersebut kepada pihak BPN yang ada di Manado, perihal bagaimana sejarahnya, bagaimana alasan hak yang digunakan, untuk bisa mengeluarkan sertifikat Asrama Mahasiswa Gorontalo sehingga bisa diterbitkan.(Ricky/adv)


















