Gorontalo.tv.Deprov – Dana transfer daerah yang dianggarkan pada APBD Pemerintah Provinsi Gorontalo tahun 2023 sebesar satu triliun lebih akan di prioritaskan pada program-program peningkatan dan pertumbuhan ekonomi, pasca dampak pandemi covid-19 dan imbas dari kenaikan bahan bakar minyak (BBM), untuk itu perlu adanya penguatan-penguatan dan dorongan terhadap UMKM agar supaya daya tumbuh ekonomi masyarakat tinggi.
hal ini diungkapkan Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Sopyan Puhi disaat menghadiri acara Penyerahan Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa tahun 2023 dan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Petikan Tahun 2023 yang berlangsung di Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo. Senin (12/12/2022)
Menurut Sopyan Puhi, dengan adanya anggaran DIPA dengan total sebesar 10 triliun diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menekan angka kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran yang ada di Provinsi Gorontalo.
“Tantangan Pemerintah Provinsi Gorontalo kedepan adalah bagaimana menekan angka kemiskinan yang masih tinggi, kami berharap dengan anggaran yang ada ini bisa dapat mengurangi angka kemiskinan dan bisa membuka peluang kerja sehingga akan mengurangi angka pengangguran yang masih terbuka lebar,” ujar politisi partai nasdem ini
Bukan hanya prioritas pelaksanaan program Pemerintah Provinsi Gorontalo ditahun 2023, Sopyan juga menjelaskan serapan anggaran APBD Pemerintah Provinsi Gorontalo yang berjalan di tahun 2022.
Dengan adanya Penyerahan Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa tahun 2023 dan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dengan total sebesar 10 triliun se Provinsi Gorontalo ini, Sopyan berharap, agar Pemerintah Daerah dapat mengoptimalisasi penggunaan anggarannya.
“Dengan harapan serapannya bisa semaksimal mungkin, Alhamdulillah tahun berjalan ini serapannya sudah mencapai 80 persen, persentasi tersebut telah menunjukkan angka yang cukup baik meningkat di banding tahun-tahun sebelumnya,” pungkas Sopyan Puhi.(Ricky/adv)


















