Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Gorontalo Hari Ini

Tak Tahan Sering Dimarahi, Suami Tikam Istrinya Berkali-kali

33
×

Tak Tahan Sering Dimarahi, Suami Tikam Istrinya Berkali-kali

Sebarkan artikel ini
Suami Tikam istri
Ilustrasi (Ft. Istimewa)
Example 468x60

Gorontalo.tv – Seorang warga Desa Tolango, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, berinisial  SS (36),  nyaris meregang nyawa karena ditikam suaminya sendiri DT (32) pada Kamis (29/11/2019). Sang suami nekat tikam istrinya, diduga karena emosi sering dimarahi istrinya.

Sebelumnya, SS dan suaminya sempat terlibat cekcok karena sang istri menyuguhi kopi yang rasanya pahit kepada suaminya. Suami yang merasa kesal dengan ulah istrinya mencoba menghabisi nyawanya sendiri dengan gantung diri, akan tetapi tindakan DT digagalkan Ani.

Example 300x600

Usai kejadian itu, DT lalu keluar rumah. namun  adu cekcok antara pasangan suami istri itu terjadi lagi. Dari ruang tamu berlanjut hingga ke dapur. Di dapur, DT mengambil pisau kecil dan menikam istrinya hingga berkali-kali.

Mendapat serangan senjata tajam bertubi-tubi, Ani akhirnya tak berdaya. DT mengira sang istri telah meninggal. Ia pun memutuskan menyerahkan diri ke Polsek Anggrek.

Petugas Polsek Anggrek yang mendapatkan laporan bergegas ke lokasi. Saat itu diketahui Ani masih bernyawa. Korban pun dirujuk ke RS ZUS Kwandang dengan luka di beberapa bagian tubuh. Seperti di wajah, dada serta lengan.

Kasat Reskrim Polres Gorontalo, Kasat Reskrim AKP Kukuh Islami membenarkan peristiwa suami tikam istri di wilayah Anggrek, Gorontalo Utara. Ia menjelaskan kasus tersebut saat ini sudah ditangani oleh Polsek Anggrek.

“Iya memang kejadian itu terjadi di wilayah hukum Polsek Anggrek. Saat ini juga kasus tersebut sudah ditangani oleh pihak polsek untuk kemudian diproses lebih lanjut sesuai dengan proses hukum yang berlaku,” jelasnya. (**)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *