Gorontalo.tv.Pohuwato – Ketua DPRD Pohuwato, Beni Nento, turun langsung meninjau kondisi Bendungan Taluduyunu yang dikeluhkan para petani akibat sedimentasi parah yang menutup aliran air dan mengancam ribuan hektare lahan persawahan di Kecamatan Duhiadaa dan Buntulia.
Dalam kunjungannya, Beni menyatakan siap mengucurkan dana pribadi untuk membantu pengadaan mesin kecil berkapasitas 5,5 PK guna mempercepat putaran kerekan gerbang bendungan, sehingga proses pembukaan dan penutupan pintu air dapat dilakukan lebih cepat.
“Saya upayakan mesin kecil ukuran 5,5. Ini saya siapkan secara pribadi sebagai solusi cepat agar air bisa segera mengalir ke sawah petani,” tegas Beni di lokasi peninjauan.
Kondisi Bendungan Taluduyunu saat ini memprihatinkan. Tumpukan sedimentasi telah menutup pintu air dan masuk hingga ke saluran irigasi primer, menyebabkan aliran air terhenti total. Akibatnya, sekitar 2.576 hektare sawah terancam kekeringan dan para petani kini dihantui ancaman gagal panen.
Saat peninjauan berlangsung, terlihat dua unit alat berat excavator sedang bekerja mengangkat sedimentasi dari area bendungan untuk membuka kembali jalur aliran air.
Menurut Beni, bantuan mesin kecil tersebut merupakan langkah darurat untuk menjawab kebutuhan mendesak petani. Namun untuk solusi jangka panjang, sistem penggerak bendungan harus diganti dengan teknologi hidrolik yang membutuhkan anggaran besar.
“Ini sebenarnya sudah harus menggunakan sistem hidrolik. Mesin kecil ini hanya solusi sementara agar air bisa segera mengalir. Untuk jangka panjang, perlu dukungan anggaran besar dari pemerintah,” ujarnya.
Ia menambahkan, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pohuwato telah menyurati pihak pemerintah provinsi dan melakukan konsultasi dengan Gubernur untuk mendorong percepatan penanganan permanen.
Beni memastikan persoalan Bendungan Taluduyunu akan segera dibahas bersama Bupati Pohuwato dan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo.
“Kami tidak akan tinggal diam. Ini menyangkut nasib ribuan petani dan ketahanan pangan daerah. Harus ada langkah cepat dan konkret,” tandasnya. (ars)












