Gorontalo.tv.Deprov – Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Awaludin Pauweni mengikuti kegiatan Acara Tonggeyamo, Sekaligus Mengikuti Sidang Isbat/Pidato Menteri Agama RI Tentang Penetapan 1 Syawal 1445 H.
Acara adat Tonggeyamo yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo ini merupakan adat dan budaya Gorontalo yang selalu digelar setiap menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan maupun penetapan 1 syawal 1445 Hijriah turut dihadiri langsung pimpinan Forkopimda Pemerintah Provinsi Gorontalo. Selasa (09/04/2023)
“Sidang isbat yang di sampaikan oleh Kanwil Kementerian Agama, jadi meskipun tadi tidak terlihat bulan karena tertutup oleh awan tebal, tapi laporan dari tim rukyat bahwa ketinggian bulan tadi itu sudah atas 6 derajat, sehingga batas minimum 3 derajat persyarakat untuk memantau hilal itu sudah terpenuhi,”jelas Awaludin
Dengan begitu menurut Awaludin Pauweni, Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Gubernur langsung mengambil kesimpulan karena dengan adanya perbedaan waktu antara Jakarta dengan Gorontalo yang selesih sekitar 1 jam.
“Jadi tadi sudah ditetapkan bahwa pelaksanaan Hari Raya Idul Fitrih 1445 Hijriah akan berlangsung Hari Rabu 10 April 2024 secara serentak,”tegasnya.
Perlu diketahui, bahwa Pemerintah secara resmi menetapkan Lebaran 2024 atau Idul Fitri 1445 H jatuh pada tanggal 10 April 2024. Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas melalui sidang isbat yang digelar pada hari ini, Selasa (9/4/2024).
“Berdasarkan hisab posisi hilal wilayah indonesia yang sudah masuk kriteria MABIMS serta adanya laporan hilal yang terlihat disepakati bahwa 1 Syawal 1445 H jatuh pada hari Rabu tanggal 10 April 2024 M,” ujar Menag dalam konferensi pers hasil sidang isbat yang digelar di Gedung Kemenag, Jakarta Pusat dan turut disiarkan daring dari YouTube Kemenag RI.
Ijtimak terjadi pada waktu pemantauan hilal yakni Selasa, 29 Ramadan 1445 H atau 9 April 2024 M tepatnya sekitar pukul 01.20.47 WIB. Saat matahari terbenam, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah berada di atas ufuk antara 4° 52′ 43″ sampai dengan 7° 37′ 50″ dan sudut elongasi antara 8° 23′ 41″ sampai 10° 12′ 56″
Berdasarkan hasil hisab tersebut, posisi hilal awal Syawal di seluruh Indonesia sudah memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) dengan tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat.
Kemudian, Kemenag melakukan pemantauan hilal di 120 titik di seluruh Provinsi Indonesia. Hasil pemantauan hilal dijadikan rujukan sebagai konfirmasi dari hasil hisab posisi hilal dalam penentuan awal bulan Hijriah.
Sidang isbat 2024 digelar secara tertutup dan dihadiri oleh Komisi VIII DPR RI, pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), duta besar negara sahabat, perwakilan ormas Islam, serta Tim Hisab Rukyat Kemenag.(Ricky/adv)


















