Gorontalo.tv.Bumi Panua – Permasalahan buruh menjadi perhatian serius Komisi 1 DPRD Pohuwato, hal ini diungkapkan Wakil Ketua Komisi 1 Abdul Hamid Sukoli dalam rapat dengar pendapat Komisi 1 bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pohuwato. Rabu (08/01/2025).
“Yang harus diseriusi dalam permasalahan buruh adalah bagaimana hadirnya perserikatan buruh dimasing-masing perusahaan,”jelas politisi gerindra Abdul Hamid Sukoli.
“Pentingnya serikat buruh di masing-masing perusahan adalah mereka bisa mengekspresikan kemerdekaan, sikap sikap mereka dan itu menjadi satu wadah yang bisa memfasilitasi jika ada polemik secara internal antara buruh dan perusahaan melalui serikat pekerja,”tegasnya.
Menurutnya, Saat ini Pohuwato semakin diminati oleh para investor yang ingin menanamkan modalnya di daerah ini, olehnya harus dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan buruh yang bekerja diperusahaan itu.
Namun Saat ini masih ada saja permasalahan perusahaan yang berkaitan dengan masalah buruh, tentunya ini menjadi perhatian serius Komisi 1 DPRD untuk mencari dan memberi solusi atas masalah buruh disetiap perusahaan.
DPRD Pohuwato melalui Komisi 1 berencana akan mendatangi setiap perusahaan yang berinvestasi di Pohuwato. Perusahaan yang akan didatangi terlebih dahulu adalah perusahaan yang memiliki Lembaha Kerja Bipatit (LKS Bipartit).
Di Pohuwato sendiri perusahaan yang telah memiliki LKS Bipartit hanya 7 perusahaan. Selain itu, melalui Komisi 1 juga akan mendorong buruh untuk membuat serikat pekerja di setiap perusahaan mereka bekerja.
Dalam rapat kerja ini anggota Komisi 1 yang hadir diantaranya, Yusuf Lawani, Akbar Baderan dan Luluk Yulianti.(WH)













