Gorontalo Hari Ini Provinsi Gorontalo

Bahas Pelaksanaan Pilkada Di 3 Daerah, Polda Gorontalo Gelar Rapat Koordinasi Bersama Forkopimda Dan Penyelenggara Pilkada

Gorontalo.tv.– Kapolda Gorontalo Irjen Pol Dr. Akhmad Wiyagus,SIK.,M.Si.,M.M  memimpin langsung rapat koordinasi dalam rangka kesiapan Pilkada Serentak 2020 di 3(tiga) wilayah kabupaten di Propinsi Gorontalo yaitu Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Pohuwato. Jum’at (04/09/2020)

Hadir dalam kegiatan rapat koordinasi tersebut , Wakil Gubernur Gorontalo, Danrem 133/NWB, Kajati Prov. Gorontalo, Kabinda Prov. Gorontalo, Ketua KPU Prov. Gorontalo, Ketua Bawaslu Prov. Gorontalo, Karo Ops Polda Gorontalo, Dir Samapta Polda Gorontalo, Dir Intelkam Polda Gorontalo,Dir Reskrimum Polda Gorontalo, Dan Yon B Sat Brimob Polda Gorontalo

Dalam penyampaiannya membuka rapat, Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Dr. Akhmad Wiyagus,SIK.,M.Si.,M.M mengatakan bahwa Operasi Mantap Praja pengamanan pemilihan kepala daerah sudah dimulai sejak kemarin (3/9/2020).

“Dalam rangka pengamanan Pilkada 2020, Polri secara serentak di seluruh wilayah Indonesia menggelar Operasi Mantap Praja yang dimulai sejak kemarin. Dan pelaksanaan Pilkada tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, hal ini diakibatkan karena adanya Pandemi Covid-19, oleh karenanya dalam Pilkada serentak tahun ini, bukan hanya keamanan dan kelancaran yang menjadi perhatian, tetapi juga kesehatan masyarakat pemilih, penyelenggara Pilkada ( KPU,Bawaslu,Panwas,KPPS) dan juga aparat keamanan (Linmas,Polri,TNI), jangan sampai pelaksanaan Pilkada menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19, oleh karena itu kepada penyelanggara Pilkada,para Paslon, Pimpinan Parpol dan juga masyarakat pemilih harus mematuhi Protokol kesehatan,”ujar Wiyagus.

Selanjutnya Kapolda Wiyagus juga mengatakan bahwa jajaran Polda Gorontalo terus menerus melakukan kegiatan pendisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

“Kami tidak bosan-bosan menyampaikan kepada masyarakat , baik secara langsung maupun melalui berbagai media mengkampanyekan 3 M ( mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak ), agar masyarakat terhindar dari Covid-19. Kita akan terus bersinergi dengan TNI dan Pemerintah Daerah, untuk menggiatkan ini, dan saya berharap masing-masing yang hadir dalam rapat ini bisa menindaklanjuti di lingkungan masing-masing dan sesuai dengan porsi masing-masing,” kata Wiyagus.

Terkait keamanan , Kapolda Gorontalo mengatakan akan bertindak tegas kepada siapa pun yang akan menghambat ataupun mengganggu jalannya tahapan Pilkada.

“Pilkada di Gorontalo harus berjalan aman,damai serta kondusif, untuk itu semua pihak harus ikut andil dalam mensukseskan seluruh tahapan Pilkada, semua aturan yang sudah ditetapkan oleh KPU agar diikuti oleh seluruh pimpinan Parpol,tim sukses dan sampaikan kepada massa pendukung, jangan coba-coba menghambat ataupun mengganggu jalannya Pilkada, karena  saya akan tindak tegas. Dan melalui kesempatan ini saya tegaskan bahwa dalam Pilkada Polri Netral, tugas Polri hanya mengawal dan mengamankan seluruh tahapan Pilkada serta menegakkan hukum apabila terjadi TP Pilkada yang telah diteruskan dan dibahas oleh Sentra Gakkumdu,”tegas Wiyagus.

Sementara itu, Wakil Gubernur Gorontalo Dr. Drs. H. Idris Rahim, M.M. yang hadir mewakili Gubernur Gorontalo memberikan apresiasi atas inisiatif kapolda Gorontalo menggelar rapat koordinasi pelaksanaan kesiapan Pilkada Serentak 2020 di Propinsi Gorontalo.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda yang berinisiatif melaksanakan rapat koordinasi guna mengecek kesiapan Pilkada serentak 2020 khususnya di wilayah Propinsi Gorontalo. Hari ini sudah dimulai pendaftaran pasangan calon dan sesuai ketentuan harus mengikuti protokol kesehatan. Guna lebih kondusifnya Pilkada serentak tahun ini, maka saran saya agar pimpinan-pimpinan partai politik diundang untuk melaksanakan rapat koordinasi sekaligus menekankan untuk tetap menjaga situasi kamtibmas agar aman dan kondusif serta disiplin terhadap protokol kesehatan, dan untuk seleksi 25 orang yang diperbolehkan masuk ke kantor KPU sebaiknya dilaksanakan oleh anggota Polri,”ujar Idris.

Selanjutnya dari Ketua KPU Propinsi Gorontalo Fadliyanto Koem mengatakan bahwa pelaksanaan protokol kesehatan dalam pelaksanaan Pilkada sudah diatur.

“Untuk pelaksanaan Protokol kesehatan selama pelaksanaan tahapan Pilkada sudah kami atur, dan sudah kami sosialisasikan kepada pimpinan partai politik dan bakal pasangan calon melalui rapat koordinasi, semua sudah kami sampaikan termasuk penegasan aturan KPU tentang siapa yang berhak masuk saat pendaftaran, keberadaan  di dalam ruangan dan luar ruangan KPU sudah kami sediakan pendukung penerapan disiplin protokol kesehatan,”ujar Fadliyanto.

Kemudian dari Ketua Bawaslu Propinsi  Jaharudin Umar, S.Pd M.Pd mengatakan bahwa Bawaslu RI sudah menegaskan pelaksanaan Pilkada harus menuruti protokol kesehatan.

”  Kami sudah ditegaskan oleh Bawaslu RI bahwa pelaksanaan Pilkada harus menuruti protokol kesehatan, kami juga sudah mendapatkan laporan dari KPU Kabupaten Gorontalo, Pohuwato dan Bone Bolango bahwa sudah mendapat pengamanan dari personel Polri. Selama ini koordinasi antara Polri dan Bawaslu masih intens dan berjalan dengan baik. Untuk potensi rawan gangguan Kamtibmas yaitu ditingkat kecamatan, desa dan kelurahan disetiap TPS termasuk terhadap pengawas TPS kiranya bisa mendapatkan jaminan keamanan, Patroli dan razia di malam hari agar lebih intens dilaksanakan guna cegah peredaran miras dan juga politik uang yang dilakukan oleh pasangan calon,”ujar Jaharudin.

Kemudian dari Kabinda Propinsi Gorontalo Ferry Pribadi mengusulkan perlunya diberikan edaran aturan-aturan kepada pimpinan Parpol, tim sukses maupun paslon yang harus ditaati.

“Saran saya , sebaiknya diberikan edaran aturan-aturan yang harus di taati oleh para pimpinan Parpol, tim sukses maupun Paslon, selain itu bagi pendukung para Paslon diberikan edukasi dan arahan Penerapan Disiplin Protokol Kesehatan, selanjutnya ada kesepakatan bersama tim sukses untuk teknis pelaksanaan Pilkada apabila ada pelanggaran tim sukses harus bertanggung jawab,”ujar Ferry.

Danrem 133/NWB Brigjen TNI Bagus Antonov Hardito MA, dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa pihaknya sudah menyusun konsep-konsep pengamanan Pilkada 2020 berkoordinasi dengan Polda Gorontalo.

“Berkaitan dengan langkah-langkah kedepan mengenai tahapan Pilkada, kami sudah menyusun konsep-konsep pengamanan dan terus berkoordinasi dengan Polda,  aturan main yang sudah ditetapkan oleh KPU dan aturan Penerapan Disiplin Protokol Kesehatan akan kami terapkan dalam pengamanan Pilkada,”ujar Bagus.

selanjutnya Kajati Gorontalo Dr. Jaja Subagja,SH.,MH dalam pernyataannya mengatakan tentang kurangnya disiplin masyarakat terhadap protokol kesehatan terutama penggunaan masker.

“Saya paham betul kondisi Gorontalo dalam hal pelaksanaan pendisiplinan protokol kesehatan, masih banyak saya temui masyarakat yang belum mematuhi protokol kesehatan salah satunya menggunakan masker, oleh karena itu dalam hal Pelaksanaan Pilkada, agar Penyelenggara Pilkada dalam hal ini KPU dan Bawaslu betul-betul disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, dan tindak tegas bagi pendukung pasangan calon yang tidak disiplin terhadap protokol kesehatan,”ujar Jaja.

Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol. Wahyu Tri Cahyono,SIK ditempat terpisah mengatakan, bahwa dilaksanakan rapat koordinasi yang dihadiri oleh seluruh pejabat Forkopimda dan juga penyelenggara Pilkada adalah untuk mengetahui kesiapan dari penyelanggara Pilkada khususnya dalam penerapan protokol kesehatan.

“Rapat koordinasi ini digelar untuk mengetahui sejauh mana kesiapan para penyelenggara Pilkada dalam hal ini KPU dan Bawaslu khususnya dalam menerapkan protokol kesehatan, agar dalam pelaksanaannya nanti tidak menimbulkan klaster baru. sebagaimana yang ditegaskan oleh bapak kapolda bahwa dalam pelaksanaan Pilkada tahun ini, bukan hanya persoalan pengamanan dan kelancaran jalannya Pilkada yang mendapatkan perhatian, tetapi kesehatan pemilih dan petugas juga harus diperhatikan. Polri dan TNI siap mengamankan Pilkada di 3(tiga) wilayah Kabupaten di Propinsi Gorontalo, dan tentunya perlu partisipasi semua pihak untuk bersama sama mensukseskan Pilkada dengan aman, damai serta sejuk, tetap jaga kerukunan dan hargai perbedaan serta jangan memaksakan kehendak, demi terwujudnya Propinsi Gorontalo yang kondusif,”ujar Wahyu. (SR)

Related posts