GOTV – Pemerintah Provinsi Gorontalo bekerjasama dengan BKKBN Perwakilan Provinsi Gorontalo menargetkan penurunan angka Stunting hingga mencapai 14persen dalam kurun dua tahun ke depan. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, di kegiatan Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting, yang berlangsung di Hotel Damhill Kota Gorontalo, Senin (21/2/2022).
Menurut Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, salah satu indikator kesuksesan pembangunan sumber daya manusia yaitu berkurangnya penderita Stunting (gizi buruk) disuatu daerah. Sementara di Provinsi Gorontalo, daerah tertinggi angka stunting yaitu Kabupaten Pohuwato mencapai hingga 43persen lebih penderita Stunting.
Sementara itu Penyuluh KB Ahli Utama, Nofrijal, yang mewakili Kepala BKKBN RI pada kesempatan ini mengatakan, upaya yang dilakukan dalam menurunkan stunting yaitu membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK). TPK yang dibentuk di seluruh desa dan kelurahan beranggotakan Bidan, kader PKK dan kader KB.
Nofrijal meminta komitmen seluruh kepala desa di Provinsi Gorontalo, untuk memiliki komitmen kuat menurunkan angka stunting di setiap desa. Kepala desa diharapkan bisa memasukan program percepatan penurunan stunting dalam setiap musrembangdesa. Nofrijal yakin jika komitmen tersebut bisa dijalankan, maka Provinsi Gorontalo bisa secepatnya menurunkan angka stunting.
Sebelumnya Kepala BKKBN Provinsi Gorontalo Hartati Suleman mengatakan, jumlah Tim Pendamping Keluarga yang sudah terbentuk di Provinsi Gorontalo sebanyak 986 tim. BKKBN akan melakukan penguatan kapasitas bagi seluruh Tim Pendamping Keluarga, melalui kegiatan pelatihan teknis dan orientasi, serta pengenalan Aplikasi Elsimil, atau Elektronik Siap Nikah dan Hamil yang nantinya akan menjadi perangkat dalam pelaksanaan pendampingan keluarga risiko stunting.


















