Gorontalo.tv.Pohuwato – Dalam sepekan ini telah terjadi kelangkaan pembelian emas di Kabupaten Pohuwato, ini di akibatkan karena tutupnya para pengepul emas yang selama ini menampung pembelian emas dari para penambang lokal. Terjadinya kelangkaan pembelian emas kali ini menjadi perhatian serius Pimpinan dan anggota DPRD Pohuwato.
Lewat Rapat Dengar Pendapat gabungan Komisi 1, 2 dan 3 DPRD Pohuwato langsung menghadirkan Sekda, Asisten 1, Dinas Perindag, APRI, para pengusaha emas dan perwakilan penambang lokal, guna membahas permasalahan tersebut yang berlangsung di ruang rapat DPRD Pohuwato. Selasa (15 Agustus 2023)
Jalannya Rapat Dengar Pendapat gabungan yang dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Idris Kadji, yang didampingi Ketua Komisi 3 Beni Nento, berlangsung cukup alot.
Pada saat rapat berlangsung, Idris Kadji sempat mempertanyakan kepada Daeng Herman yang merupakan salah satu pengusaha emas yang ada di Marisa, karena sesuai informasi dari para penambang lokal telah terjadi kelangkaan semenjak jumat kemarin.
“Sejak jumat kemarin mereka tidak lagi menerima pembelian emas dari penambang, tentunya hal ini membuat ekonomi masyarakat menjadi anjlok,”jelas Idris
Dihadapan anggota DPRD Pohuwato, Daeng Herman menjelaskan bahwa ditutupnya pembelian emas dikarenakan dirinya diperiksa Polda Gorontalo sebagai saksi, yaitu terkait pembelian emas, padahal Herman mengaku usaha yang digelutinya ini sudah berjalan selama puluhan tahun dan usahanya ini memiliki ujin usaha yang lengkap dari dinas terkait.
“Jadi saya khawatir dan takut untuk membeli emas dan memilih menutup toko untuk sementara waktu,”tutur Daeng Herman.
Dengan alasan tersebut diatas, maka Wakil Ketua Idris Kadji bersama anggota DPRD lainnya berencana akan mendatangi Polda Gorontalo, untuk mempertanyakan langsung permasalahan ini kepada Kapolda Gorontalo.
“Kalau begitu kita akan agendakan untuk mendatangi Polda Gorontalo,”tandas Idris.












