Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kab Pohuwato

Abdul Hamid; Disnaker Garda Depan Turunkan Kemiskinan Dan Pengangguran Di Pohuwato

44
×

Abdul Hamid; Disnaker Garda Depan Turunkan Kemiskinan Dan Pengangguran Di Pohuwato

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Komisi I DPRD Pohuwato saat melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Disnakertrans terkait evaluasi program kerja Ketenagakerjaan 2025

Gorontalo.tv.Pohuwato – Dewan perwakilan rakyat Daerah kabupaten Pohuwato melalui komisi I melakukan rapat dengar pendapat (RDP) bersama Disnakertrans terkait evaluasi program kerja ketenagakerjaan 2025, bertempat di ruang rapat DPRD Pohuwato, pada Selasa (30/09/2025).

Rapat yang di pimpin wakil ketua komisi I, Abdul Hamid. Hadir kepala Disnakertrans, Nizma Sanad beserta jajarannya.

Example 300x600

Dalam penyampaiannya, Abdul Hamid, menegaskan pentingnya peran Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) sebagai sektor kunci dalam menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di daerah. Menurutnya, target pemerintah untuk menekan angka kemiskinan dari 17 persen lebih ke 14–15 persen serta pengangguran dari 3 sekian persen ke 2,7 persen bukanlah hal yang mustahil, asal didukung kerja terorganisir dan anggaran yang memadai.

“Pertumbuhan ekonomi 5 persen itu angka yang fantastis. Tapi ini sangat bergantung pada bagaimana kita menekan pengangguran dan memperluas lapangan kerja. Sektor ini ada di Disnaker, dan harus menjadi perhatian serius,” tegas Abdul Hamid.

Ia mengingatkan, jika Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) hanya setengah hati dalam mendukung program prioritas Disnakertrans, maka hal tersebut tidak akan relevan dengan visi dan misi pemerintah daerah.

Lebih jauh, Abdul Hamid menekankan bahwa program-program Disnaker harus selaras dengan agenda pembangunan daerah. Tanpa dukungan anggaran yang cukup, katanya, cita-cita Bupati Pohuwato untuk menekan kemiskinan dan pengangguran hanya akan menjadi mustahil.

Sebagai solusi, ia mendorong adanya kerja sama nyata dengan perusahaan melalui program pemagangan dan pelatihan tenaga kerja di Makassar. Dari program tersebut, para peserta tidak hanya dilatih, tapi juga disalurkan langsung sesuai bidang kerja dan segmennya.

“Yang menjadi tantangan sekarang adalah bagaimana tenaga kerja kita bisa memenuhi kriteria yang diminta perusahaan. Pemerintah daerah harus benar-benar konsentrasi pada program prioritas agar target ini tercapai,” pungkas Abdul Hamid.(ars)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *