Gorontalo.tv.Pohuwato – “Jika lahan masyarakat ini tidak dibayarkan, maka jangan harap pesawat bisa mendarat dibandara itu, saya sendiri yang akan berdiri ditengah bandara bersama masyarakat,”. Ungkapan ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Pohuwato Idris Kadji disaat menggelar rapat dengar pendapat gabungan Komisi 1,2,3 bersama Sekda, Kadis Perhubungan dan Kepala BPN Kabupaten Pohuwato.
Rapat Dengar Pendapat kali ini terkait pembatalan pembayaran ganti rugi lahan masyarakat terdampak pembangunan bandara di Desa Imbodu Kecamatan Randangan, yang berlangsung di Ruang Rapat DPRD Pohuwato. Selasa (15 agustus 2023).
Menurut Guru Idi panggilan akrabnya ini, bahwa dirinya sebelumnya telah didatangi masyarakat Desa Imbodu untuk mengadu, dimana lahannya yang terdampak pembangunan bandara pembayarannya akan dibatalkan oleh Pemerintah Daerah.
“Ada 23 orang warga yang datang ke saya, mereka mengatakan bahwa pembayaran lahan itu di batalkan Pemda secara sepihak, padahal mayarakat sudah dijanjikan Bupati dan Ketua DPRD bahwa lahan mereka akan dibayarkan, namun tiba tiba Pemda membatalkan pembayarannya,”jelas Idris Kadji
Politisi PKB ini menjelaskan, sebanyak 23 warga yang menandatangani pembatalan pembayaran lahan, padahal warga tersebut sudah dijanjikan pembayaran sejak 2018 silam.
Idirs Kadji juga mengundang kepala Desa pada saat itu untuk mempertanyakan pembatalan tersebut, namun menurut Kades dirinya di ancam Kadis Perhubungan waktu itu agar membatalkan lahan warga tersebut.
Sementara itu Kadis Perhubungan Hikman Katohidar dalam penjelasannya mengatakan, bahwa pembatalan pembayaran ini sejak tahun 2021 lalu saat dirinya belum menjadi Kadis Perhubungan, dimana untuk lahan seluas 40 hektar lebih dan warga yang dibatalkan pembayarannya ini sebanyak 29 orang, dan yang melaporkan sebanyak 23 orang.
“Kepala Desa yang membatalkan atas nama Anis Hiola, alasan pembatalan ini karena lahan warga tersebut masuk di daerah kawasan,” ungkap Hikman.
Namun demikian, menurut Kadis Perhubungan, bahwa tanah warga yang merupakan kawasan ini berada di dalam area pembangunan bandara.(WH)












