Gorontalo TV.Pohuwato — Produk ekonomi kreatif lokal Kabupaten Pohuwato dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang, namun belum mendapat ruang yang maksimal dalam berbagai kegiatan pemerintah daerah.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Kabupaten Pohuwato dalam pembahasan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang kini memasuki tahap finalisasi.
Ketua Pansus III DPRD Pohuwato, Nasir Giasi, mengatakan tiga Ranperda yang dibahas mencakup Ranperda tentang Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Ekonomi Kreatif, serta Ranperda perubahan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai revisi terhadap Peraturan Daerah tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK).
Menurut Nasir, Ranperda Ekonomi Kreatif menjadi bentuk keberpihakan pemerintah daerah dan DPRD terhadap masyarakat yang bergerak di sektor kreatif.
“Kalau kaitannya dengan ekonomi kreatif, ini adalah sebuah keberpihakan pemerintah daerah dan DPRD. Kami akan mengatur para pelaku usaha ekonomi kreatif agar memiliki regulasi dan aturan yang menjadi acuan,” kata Nasir.
Ia menjelaskan, keberadaan regulasi tersebut diharapkan tidak hanya memberikan kepastian bagi pelaku ekonomi kreatif, tetapi juga mendorong pemerintah daerah hingga pemerintah desa untuk ikut mempromosikan dan menggunakan produk lokal.
Nasir menilai, selama ini Pohuwato memiliki banyak produk kreatif yang berpotensi memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun, produk tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan pemerintah maupun masyarakat.
Ia menyoroti pelaksanaan berbagai kegiatan daerah, termasuk peringatan HUT Kemerdekaan RI, yang menurutnya seharusnya dapat menjadi momentum untuk mengangkat produk lokal.
“Banyak produk ekonomi kreatif kita, tetapi kita sendiri belum menggunakannya secara maksimal. Setiap ada perhelatan seperti 17 Agustus kemarin, masih banyak produk dan perlengkapan yang kita lihat dibeli dari luar daerah atau dari luar Pohuwato,” ujarnya.
Dorong Pemerintah Gunakan Produk Lokal
Nasir berharap ke depan pemerintah daerah tidak hanya membuat program untuk pelaku ekonomi kreatif, tetapi juga menjadi pengguna utama produk yang dihasilkan masyarakat Pohuwato.
Ia mencontohkan sektor olahraga. Berbagai kebutuhan seperti piala, medali dan ornamen kegiatan olahraga dinilai dapat diproduksi oleh pelaku usaha lokal.
“Seperti di dunia sepak bola, semua ornamen ke depan, semacam piala dan medali, sudah harus menggunakan hasil ekonomi kreatif lokal Pohuwato,” tegasnya.
Menurut Nasir, potensi ekonomi kreatif Pohuwato juga tidak hanya sebatas kopiah keranjang dan kerawang. Masih banyak produk lain yang dapat dikembangkan apabila mendapat dukungan pemerintah, baik dari sisi regulasi, promosi maupun pemasaran.
“Tidak hanya kopiah keranjang, kerawang dan lain-lain. Masih banyak lagi produk ekonomi kreatif kita. Saya kira ini produk yang hari ini pemasarannya masih lemah, dan kehadiran pemerintah daerah bersama DPRD juga masih lemah,” katanya.
Masuk Tahap Finalisasi
Nasir mengatakan, Ranperda tersebut kini telah memasuki tahap finalisasi dan fasilitasi. Setelah seluruh tahapan pembahasan selesai, Ranperda akan dibawa ke rapat paripurna untuk pembicaraan tingkat kedua.
Ia berharap lahirnya Perda Ekonomi Kreatif nantinya dapat menjadi pijakan bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan industri kreatif lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Insyaallah dengan kehadiran Perda ini, kita berharap ekonomi kreatif di Pohuwato bisa lebih berkembang. Ranperda ini sudah masuk tahap finalisasi dan fasilitasi. Tidak lama lagi akan diparipurnakan untuk pembicaraan tingkat dua,” pungkas Nasir.(ars)












