Gorontalo.tv.Bumi Panua – Anggota Komisi III DPRD Puhuwato Wawan Hatama sempat meneteskan air mata karena merasa iba terhadap kondisi pasien yang meninggal karena akibat dari kelalaian pelayanan yang ada di Rumah Sakit yang ada di Pohuwato.
Dalam rapat kerja Komisi III bersama sejumlah OPD yang ada di Kabupaten Pohuwato, Wawan Hatama sempat mempertanyakan masalah pelayanan yang ada di rumah sakit selama ini yang dianggap bobrok, hal ini karena telah terjadi kelalaian dengan tidak adanya rujukan dari puskesmas, yang mengakibatkan salah seorang pasien harus kehilangan nyawanya.
“Saya sendiri yang tidur dipuskesmas membawa pasien tersebut ke rumah sakit, namun hingga meninggal pelayanan tidak kunjung didapat,”jelas Wawan Hatama, sambil teriak isak tangis dihadapkan Pimpinan OPD dan anggota DPRD lainnya dalam rapat kerja Komisi 3 bersama Mitra Kerja terkait evaluasi program tahun anggaran 2023. Senin (4 Maret 2024)
“Ini adalah tanggung jawab saya dan harus saya sampaikan dalam kondisi apapun juga,”tegasnya sedikit geram
Lebih lanjut Wawan menyatakan, bahwa dirinya tidak bangga dengan prestasi ataupun penilaian yang diberikan kepada rumah sakit sebagai pusat pelayanan kesehatan yang ada di Pohuwato.
“Sungguh sangat miris ketika masyarakat berobat dengan menggunakan BPJS, malah dimintakan uang sejumlah 300 ribu, begitu juga ibu-ibu yang akan melahirkan di RSUD, untuk mendapatkan rujukan dari puskesmas harus membayar biaya 300 ribu rupiah, apakah ini yang dinamakan kesehatan gratis. Padahal kesehatan adalah program unggulan Pemerintah,”kesalnya.(WH)













