Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kab Pohuwato

Perusahaan Tambang Beroperasi Tepat Di Belakang SDN 04 Buntulia, DPRD Bakal Tinjau Langsung

65
×

Perusahaan Tambang Beroperasi Tepat Di Belakang SDN 04 Buntulia, DPRD Bakal Tinjau Langsung

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Komisi I DPRD Pohuwato saat menggelar RDP bersama Jajaran Dinas Pendidikan, Kepala sekolah dan Komite membahas dampak lingkungan dari aktivitas tambang Pani Gold Project (PGP)

Gorontalo.tv.Pohuwato – Keluhan serius muncul dari dunia pendidikan usai digelarnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi I DPRD Pohuwato bersama Jajaran Dinas Pendidikan, Kepala sekolah dan Komite membahas dampak lingkungan dari aktivitas tambang Pani Gold Project (PGP).

Salah satu sorotan utama datang dari SDN 04 Buntulia, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, yang disebut terdampak langsung akibat aktivitas pertambangan.

Example 300x600

Dampak perusahaan yang dirasakan oleh SDN 04 Buntulia diungkapkan langsung oleh Kepala Sekolah, Lukman. Ia menjelaskan bahwa saat ini dampak yang paling dirasakan adalah apa yang terlihat di belakang sekolah, di mana gedung-gedung sudah mulai digusur.

“Yang pertama adalah polusi debu yang beterbangan, kemudian air di sekolah juga sudah dalam kondisi kering. Ini sangat berpengaruh terhadap kondisi sekolah. Ini barangkali kendala-kendala yang kami hadapi saat ini,” ujar Lukman.

Ia menambahkan bahwa kebisingan akibat aktivitas tambang masih bisa dikendalikan. Namun, hal berbeda dirasakan akibat lalu-lalang kendaraan perusahaan yang sangat mempengaruhi jalannya proses belajar mengajar.

“Anak-anak ketika belajar itu pandangannya hanya beralih untuk melihat kendaraan perusahaan yang sementara beroperasi tepat di belakang sekolah,” terangnya.

Menurut Lukman, aktivitas perusahaan sudah berlangsung sejak satu bulan terakhir di area belakang sekolah.

Meski di sisi lain perusahaan telah melakukan kerja sama dengan pihak sekolah, seperti pemberian makanan gratis kepada siswa-siswi dan adanya program CSR yang rutin diberikan, namun persoalan mengenai dampak langsung yang dirasakan oleh sekolah hingga kini belum pernah dikomunikasikan secara jelas.

“Kami khawatir akibat dari debu itu akan berdampak pada kesehatan, baik guru maupun siswa. Air juga sangat dibutuhkan. Saat ini, kondisi air yang tidak tersedia sangat menyulitkan kami dan para siswa untuk kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Air yang dimaksud adalah air sumur. Lukman mengungkapkan bahwa sebelumnya pihak sekolah memiliki sumur gali yang tidak pernah kering. Namun saat ini, sumur tersebut sudah kering total, dan hal yang sama juga dialami oleh warga sekitar.

“Kalau soal pengaruh musim kemarau, kita belajar dari hari-hari kemarin. Dulu itu tidak pernah kering. Tapi hari ini, semuanya sudah kering,” tutup Lukman.

RDP ini dipimpin Ketua Komisi I, Iwan Abay, didampingi Wakil Ketua Abdul Hamid Sukoli. Hadir dalam rapat tersebut Plt Kepala Dinas Pendidikan Pohuwato, Fitrianti Lasantu bersama jajarannya, serta Kepala Sekolah SDN 04 Buntulia, Lukman Daud.

Komisi I DPRD Pohuwato menyatakan keprihatinannya. Wakil Ketua Komisi I, Abdul Hamid Sukoli, meminta Dinas Pendidikan segera menyampaikan persoalan ini kepada Bupati Pohuwato.

“Melalui Dinas Pendidikan kami berharap agar masalah ini disampaikan kepada Pak Bupati. Harus sudah ada tindakan konkret dalam menyelesaikan permasalahan ini,” tegas Hamid.

Senada, Ketua Komisi I, Iwan Abay, menegaskan bahwa pihaknya akan menjadwalkan kunjungan langsung ke lokasi pertambangan milik PGP untuk memastikan kondisi yang dikeluhkan benar adanya.

“Ini menjadi atensi kami. Kami Komisi I DPRD Pohuwato akan mengagendakan untuk datang melihat langsung kondisi yang dikeluhkan, supaya ada solusi terbaik yang bisa dihadirkan,” ujar Iwan. (ars)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *